tugas blog,mat kul:PSI,dosen:muhammad muqowim.kelompok 7(resti wulan sari,mahdum,a'im matulmahmudah

Rabu, 15 Desember 2010

ritual satu suro di yogjakarta

1.membuang barang-barang sial dilaut
2.mencuci barang-barang pusaka
3.tumpengan hasil karya rakyat diperebutkan di alun-alun jogja dengan tujuan memperoleh berkah
4.topobisu(mengelilingi kraton)tanpa berbicara

apakah hal tersebut mendidik??
menurut sejarah hal tersebut mendidik karena budaya-budaya yang terdapat di indonesia seperti suronan dijogja harus dilestarikan dan apabila budaya tersebut dihilangkan akan berakibat buruk bagi citra jogja yang dikanal dipenjuru dunia sebagai kota budaya

menurut agama hal tersebut tidak mendidik dan tidak sesuai dengan syariat islam.banyak hal yang menyeleweng dari syariat contohnya "mencuci barang pusaka"hal tersebut termasuk sifat musyrik yaitu menyekutukan Allah

7 komentar:

  1. kok bisa anda mengatakan mencuci barang pusaka yang sudah membudaya dijogja itu musyrik?menyekutukan allah,apakah anda andah sudah tau secara detail maksud mereka mencuci pusaka tersebut?????
    kalo pernah tolong jelaskan n sumbernya dari mana????
    karena study islam mengajarkan kita tuk memahami suatu kejadian dulu baru kita menghakimi/mnetapkan hukum.

    nama:sanapi
    nim:10470054

    BalasHapus
  2. tradisi apapun yang dilakukan orang jawa,menurut saya semuanya mengandung sugesti atau kepercayaan,,,,jadi mau tdkmau hal trsbt pasti akan dilakukan oleh warga,,,baik n buruknya pastilah ada....tp jika tradisi trsbut tdk sampek menyembah selain ALLAH,saya kira ya boleh2 saja..islam kan BAIK

    BalasHapus
  3. kalo dipikir2 memang kurang gawean mencuci pusaka, membuang sesuatu yang di anggap sial,dLL,, namun masyarakat memiliki kepercayaan tersendiri tentang hal tersebut yang memiliki maksud dan tujuan tersendiri. namanya saja Budaya pasti penilaian orang yang tidak memilikinya merasa aneh Bin Nyata....

    BalasHapus
  4. tradisi memang boleh di lestarikan tapi jangan sampai melanggar syari'at.....
    dan jangan sampai mengagamakan tradisi tetapi harus mentradisilan agama....
    oleh:muhammad tria kurniadi d.
    NIM:10470043

    BalasHapus
  5. nama:SitiRohmaniyah
    NIM:10470056


    heeemmmm bingung,,,enggaklah
    kita bersikap dan berhusnudhon terhadap budaya-budaya yang berkembang di masyarakat kita khususnya yogya,,jangan berprasangka buruk kalau mereka uda syirik,,smua kan tergantung niat dlam hati orang,,,kita tidak bisa membaca hati atau niatnyakan,,maka dari itu bersikap biasa sajalah...dalam artian bknnya qita tidak peduli atau cuek.

    BalasHapus
  6. nama: Widyaningsi
    nim: 10470081

    bingung juga,kalau qt hdup dilingkungan penuh dengan budaya yang masih mendalam
    menurutku asal kita bisa menyesuaikan diri berbaur dengan mereka tetapi tidak percaya kepada hal-hal yang mistik
    saling menghormati dan toleransi

    BalasHapus
  7. tradisi suronan merupakan salah satu tradisi yang sudah mendarahdaging bagi masyarakat kita,jadi tradisi tsb tidak mungkin ditinggalkan begitu saja oleh masyarakat kita,tapi asalkan tradisi tsb tidak bertentangan dengan syariat islam,sah-sah saja untuk di jalankan dan di lestarikan.

    mufli/10470065

    BalasHapus