1.membuang barang-barang sial dilaut
2.mencuci barang-barang pusaka
3.tumpengan hasil karya rakyat diperebutkan di alun-alun jogja dengan tujuan memperoleh berkah
4.topobisu(mengelilingi kraton)tanpa berbicara
apakah hal tersebut mendidik??
menurut sejarah hal tersebut mendidik karena budaya-budaya yang terdapat di indonesia seperti suronan dijogja harus dilestarikan dan apabila budaya tersebut dihilangkan akan berakibat buruk bagi citra jogja yang dikanal dipenjuru dunia sebagai kota budaya
menurut agama hal tersebut tidak mendidik dan tidak sesuai dengan syariat islam.banyak hal yang menyeleweng dari syariat contohnya "mencuci barang pusaka"hal tersebut termasuk sifat musyrik yaitu menyekutukan Allah
kok bisa anda mengatakan mencuci barang pusaka yang sudah membudaya dijogja itu musyrik?menyekutukan allah,apakah anda andah sudah tau secara detail maksud mereka mencuci pusaka tersebut?????
BalasHapuskalo pernah tolong jelaskan n sumbernya dari mana????
karena study islam mengajarkan kita tuk memahami suatu kejadian dulu baru kita menghakimi/mnetapkan hukum.
nama:sanapi
nim:10470054
tradisi apapun yang dilakukan orang jawa,menurut saya semuanya mengandung sugesti atau kepercayaan,,,,jadi mau tdkmau hal trsbt pasti akan dilakukan oleh warga,,,baik n buruknya pastilah ada....tp jika tradisi trsbut tdk sampek menyembah selain ALLAH,saya kira ya boleh2 saja..islam kan BAIK
BalasHapuskalo dipikir2 memang kurang gawean mencuci pusaka, membuang sesuatu yang di anggap sial,dLL,, namun masyarakat memiliki kepercayaan tersendiri tentang hal tersebut yang memiliki maksud dan tujuan tersendiri. namanya saja Budaya pasti penilaian orang yang tidak memilikinya merasa aneh Bin Nyata....
BalasHapustradisi memang boleh di lestarikan tapi jangan sampai melanggar syari'at.....
BalasHapusdan jangan sampai mengagamakan tradisi tetapi harus mentradisilan agama....
oleh:muhammad tria kurniadi d.
NIM:10470043
nama:SitiRohmaniyah
BalasHapusNIM:10470056
heeemmmm bingung,,,enggaklah
kita bersikap dan berhusnudhon terhadap budaya-budaya yang berkembang di masyarakat kita khususnya yogya,,jangan berprasangka buruk kalau mereka uda syirik,,smua kan tergantung niat dlam hati orang,,,kita tidak bisa membaca hati atau niatnyakan,,maka dari itu bersikap biasa sajalah...dalam artian bknnya qita tidak peduli atau cuek.
nama: Widyaningsi
BalasHapusnim: 10470081
bingung juga,kalau qt hdup dilingkungan penuh dengan budaya yang masih mendalam
menurutku asal kita bisa menyesuaikan diri berbaur dengan mereka tetapi tidak percaya kepada hal-hal yang mistik
saling menghormati dan toleransi
tradisi suronan merupakan salah satu tradisi yang sudah mendarahdaging bagi masyarakat kita,jadi tradisi tsb tidak mungkin ditinggalkan begitu saja oleh masyarakat kita,tapi asalkan tradisi tsb tidak bertentangan dengan syariat islam,sah-sah saja untuk di jalankan dan di lestarikan.
BalasHapusmufli/10470065